Kamis, 20 Desember 2012

Pengendalian Resiko


Pengendalian risiko adalah salah satu unsur yang paling penting dari trading yang sukses. Meskipun secara emosional lebih menarik untuk fokus pada membolak-balik perdagangan, setiap trader harus tahu persis berapa banyak dia bersedia rugi pada setiap trading sebelum melakukan pemotongan kerugian, dan berapa banyak dia bersedia untuk kehilangan dalam akun trading sebelum berhenti trading dan melakukan evaluasi ulang.
Resiko pada dasarnya dikontrol dalam dua cara: dengan mengeluarkan trading yang rugi sebelum kerugian melebihi maksimum toleransi yang telah ditentukan (atau "memotong kerugian"), dan dengan membatasi "leverage" atau ukuran posisi trading Anda agar sesuai dengan ukuran account yang diberikan.
MEMOTONG KERUGIAN
Seringkali trader pemula sangat khawatir akan mendapatkan kerugian dalam trading. Sehingga seorang trader membiarkan kerugian dengan "harapan" bahwa pasar akan berbalik dan kerugian akan berubah menjadi keuntungan.
Hampir semua strategi trading yang sukses mencakup prosedur disiplin untuk memotong kerugian. Ketika trader berada dalam posisi rugi, banyak emosi sering ikut bermain, sehingga sulit untuk memotong kerugian pada tingkat yang tepat. Praktek terbaik adalah dengan menentukan dimana kerugian akan dipotong sebelum trading dimulai. Ini akan menjamin jumlah maksimum yang bisa ditolerasi untuk kerugian pada trading.
Elemen kunci lain dari pengendalian resiko adalah resiko akun secara keseluruhan. Dengan kata lain, seorang trader harus tahu sebelum memulai trading berusaha seberapa banyak dia bersedia kehilangan pada account trading sebelum berhenti trading dan mengevaluasi ulang strategi. Jika Anda membuka akun dengan $2.000, apakah Anda bersedia kehilangan semua $2.000? $1.000? Seperti kontrol resiko pada perdagangan individu, yang paling penting disiplin mengambil keputusan dan mematuhinya. Informasi lebih lanjut tentang mekanisme membatasi risiko dapat ditemukan dalam literatur trading.

Pedoman Umum Trading

  • Rencanakan trading Anda dan trading dengan rencana Anda: Anda harus memiliki rencana trading untuk berhasil. Sebuah rencana trading harus terdiri dari posisi, mengapa Anda masuk, point stop loss, exit target, ditambah strategi manajemen uang yang kuat. Sebuah rencana yang baik akan menghapus semua emosi dari perdagangan Anda.
  • Trend adalah teman Anda: Jangan melawan tren. Ketika pasar bullish, buka posisi long. Sebaliknya, jika pasar bearish, buka posisi short. Jangan pernah melawan trend.
  • Fokus pada penjagaan modal: Ini adalah langkah yang paling penting yang harus Anda ambil ketika berhubungan dengan modal trading Anda. Tujuan utama Anda adalah untuk melestarikan modal. Jangan trading lebih dari 10% dari deposit Anda dalam perdagangan tunggal. Misalnya, jika total deposit anda adalah $10.000, setiap trading harus dibatasi menjadi $1000. Jika tidak melakukan ini, Anda akan keluar dari pasar dalam waktu singkat.
  • Tahu kapan harus memotong kerugian: Jika trading bertentangan dengan Anda, jual dan biarkanlah. Jangan bersikukuh pada trading yang buruk dan berharap bahwa harga akan naik. Kemungkinan besar Anda akhirnya kehilangan lebih banyak uang. Sebelum Anda membuka transaksi, tetapkan harga stop loss Anda, harga dimana Anda harus menjual saat perdagangan berubah kurang menguntungkan. Hal ini tergantung pada profil resiko Anda berapa banyak Anda harus menetapkan stop loss.
  • Ambil keuntungan saat trading baik: Sebelum memasukkan transaksi tetapkan berapa banyak keuntungan yang ingin Anda ambil. Ketika trading ternyata menjadi baik, ambil keuntungan. Anda dapat mengambil semua keuntungan atau mengambil keuntungan secara bertahap. Bila Anda telah mendapatkan biaya trading Anda, Anda tidak akan rugi. Duduk diam dan perhatikan pergerakan keuntungan.
  • Tanpa Emosi: Dua emosi terbesar dalam trading: keserakahan dan ketakutan. Jangan biarkan keserakahan dan ketakutan mempengaruhi trading Anda. Trading adalah proses mekanis dan itu bukan untuk yang emosional. Seperti yang dikatakan Dr. Alexander Elder dalam bukunya "Trading For Living", jika Anda duduk di samping seorang trader yang sukses dan mengamatinya, Anda mungkin tidak dapat memberi tahu apakah dia menghasilkan atau kehilangan uang. Itulah kestabilan emosi trader yang sukses.
  • Jangan berdagang berdasarkan tips dari orang lain: Tradinglah hanya bila Anda telah melakukan penelitian Anda sendiri. Jadilah seorang trader yang punya pemahaman.
  • Membuat jurnal trading: Ketika anda membeli instrumen pasar, tuliskan alasan mengapa Anda membeli dan perasaan Anda saat itu. Lakukan hal yang sama ketika Anda menjual. Analisa dan tuliskan kesalahan yang Anda buat, serta hal-hal yang telah Anda lakukan dengan benar. Dengan mengacu pada jurnal trading, Anda belajar dari kesalahan masa lalu Anda. Memperbaiki kesalahan-kesalahan Anda, terus belajar dan terus tingkatkan.
  • Jika ragu, jangan trading: Bila Anda memiliki keraguan dan tidak yakin kemana tren market, tetaplah diluar. Kadang-kadang, tidak melakukan apa-apa adalah hal terbaik untuk dilakukan.
  • Jangan overtrade: Idealnya Anda harus memiliki 3-5 posisi pada suatu waktu. Tidak lebih dari itu. Jika Anda memiliki terlalu banyak posisi, Anda akan cenderung diluar kendali dan membuat keputusan emosional ketika ada perubahan di pasar. Jangan berdagang untuk kepentingan perdagangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar