Kamis, 20 Desember 2012

Analisa Teknikal


Analisa teknikal merupakan upaya untuk meramalkan pergerakan harga di masa depan dengan memeriksa data pasar masa lampau.
Kebanyakan trader menggunakan analisa teknikal untuk mendapatkan "gambaran besar" pada sejarah harga investasi. Bahkan trader fundamental pun akan melirik pada chart untuk melihat apakah mereka membeli di harga yang wajar, menjual di harga tertinggi atau memasuki pasar yang stagnan.

Teknikal analis membuat beberapa asumsi kunci:

  • Semua fundamental pasar tercermin dalam data harga. Suasana hati, perbedaan pendapat, dan fundamental pasar lainnya tidak perlu dipelajari.
  • Sejarah terulang secara teratur, pola hampir dapat diprediksi. Pola-pola yang dihasilkan oleh pergerakan harga, dinamakan sinyal. Tujuan Seorang analis teknikal adalah untuk mengungkap sinyal pasar saat ini dengan mempelajari sinyal masa lalu.
  • Harga bergerak dalam tren. Analis teknikal percaya bahwa fluktuasi harga tidaklah acak dan tidak terduga. Suatu tren naik, turun atau sideway setelah ditetapkan biasanya akan berlanjut untuk suatu periode.

Banyak jenis indikator teknikal tersedia untuk membantu Anda dalam memprediksi tren pasar:

  • Moving Averages (MA): Indikator yang digunakan untuk menghaluskan fluktuasi harga dan mengidentifikasi tren. Jenis yang paling dasar dari moving average, simple moving average adalah rata-rata bar x masa lalu berakhir dengan bar saat ini.
  • Moving Average Convergence Divergence (MACD): Indikator yang memanfaatkan moving averages untuk mengidentifikasi kemungkinan tren dan osilator untuk menentukan kapan tren tersebut overbought atau oversold.
  • Bollinger Bands: Band yang menempatkan x standar deviasi moving average di atas dan bawah garis simple MA.
  • Fibonacci Retracement Levels: Indikator yang digunakan untuk mengidentifikasi potensi level support dan resistant.
  • Directional Movement Index (DMI): Sebuah garis positif (+DI) mengukur tekanan beli dan garis negatif (-DI) mengukur tekanan jual.
  • Relative Strength Index (RSI): Momentum oscillator yang diplot pada skala vertikal dari 0 hingga 100.
  • Stochastics: Momentum oscillator yang mengukur momentum dengan membandingkan penutupan terbaru dengan kisaran harga mutlak (tinggi rentang minus rendah jangkauan) selama periode x bar.
  • Trendlines: Garis lurus pada grafik yang menghubungkan bagian atas atau bawah harga berturut-turut dan digunakan untuk mengidentifikasi tingkat support dan resistant.
  • Dan masih banyak banyak lagi ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar